Kamis, 18 Agustus 2011

Masihkah Perbedaan itu Indah ? (Harmony In Diversity)


Seperti yang kita ketahui, Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, beragam budaya serta bahasa. Namun, hal itu tidak menjadi halangan untuk kita tidak bersatu karena sebenarnya kita telah disatukan oleh satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari beragam bahasa, namun Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Bangsa Indonesia.
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” merupakan semboyan Bangsa Indonesia yang saat ini sangat perlu untuk dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menjalin kehidupan tanpa memerhatikan perbedaan merupakan tujuan bangsa Indonesia dalam memelihara kerukunan, kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan.
Mungkin berdasarkan tujuan bangsa Indonesia yang berkehidupan tanpa memperhatikan perbedaan untuk mencapai hidup yang lebih baik itulah yang telah menginspirasi para mahasiswa FIB untuk memberikan tema PK2 tahun ini “Harmony in Diversity”. Untuk menjalin rasa persahabatan antar maba yang banyak diantara mereka yang berasal dari luar kota maupun luar pulau. Agar para maba senantiasa merasakan bahwa “Bhinneka Tunggal Ika” tersebut tidak hanya tertulis pada lambang Garuda Pancasila saja, namun juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Masih segar dalam ingatan kita bahwa beberapa hari yang lalu Bangsa Indonesia telah memperingati hari jadinya yang ke-66. Marilah kita untuk sejenak menengok ke masa 66 tahun silam, saat para pejuang kita berani mempertaruhkan nyawa mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia. Pada saat itulah para pejuang tersebut tidak pernah memandang sebuah perbedaan, entah itu perbedaan tempat asal mereka atau apapun, mereka tetap bersatu demi terwujudnya cita-cita luhur Bangsa Indonesia yaitu menuju Indonesia Merdeka. Dan pastinya tanpa ada persatuan, kemerdekaan tidak akan mungkin terwujud.
Kita sebagai pemuda Indonesia dan generasi penerus tentunya tidak menginginkan persatuan yang indah itu luntur karena adanya sebuah perbedaan. Akhir-akhir ini pun sering terjadi peperangan antar suku, ras, atau golongan. Ironis sekali saat demokrasi diteriakkan dimana-mana, kebebasan berpendapat dikumandangkan, namun hal tersebut justru membuat perpecahan terjadi dimana-mana.
Lalu, masihkah “Bhinneka Tunggal Ika” tetap tertanam di benak masyarakat Indonesia? Kitalah-para pemuda dan generasi penerus bangsa-yang bisa menjawabnya. Tanya pada hati kalian masing-masing…

1 komentar: